Tampilkan postingan dengan label Cerita Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kuliah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2019

Saat di BEM Undip 2015

Menurut saya, sangat penting buat anak muda untuk memakan segala hal topik bahasan yang menyangkut pembangunan Indonesia. Salah satu wadah yang bisa ngebuat anak muda berkembang mindset-nya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa atau yang disingkat 'BEM'.

BEM sendiri memiliki dua tingkat, yakni tingkat fakultas dan universitas. Apa perbedaannya? Tentu saja perbedaannya terkait orang-orang di dalamnya, fokus utama isu yang dibawa, budaya organisasi, dan pengalamannya.

Jika bergabung BEM Fakultas, maka akan bertemu dengan teman angkatan dan kakak tingkat kita saja. Sementara, BEM Universitas akan memberikan wadah pertemuan dari berbagai fakultas di universitas. Wah, enak di BEM Univ dong..... Tetep ada enak & nggak nya kok.

Salah satu dampak variasi fakultas adalah sulitnya menentukan jadwal kumpul rutin. Lalu, apalagi jika ada proyek kerja bareng dengan departemen lainnya....wuuh tantangan! Namun, manfaatnya adalah lebih greget nunjukin kemampuan diri. Why? Sebab, masing-masing anggota biasanya merepresentasikan jurusan/fakultasnya, jadi ketika kumpul itu benar-benar nggak mau biasa-biasa aja.

Ohya, di BEM sendiri ada jabatan. Waktu dulu di BEM Undip tahun 2015 (semester 2), saya menjadi staf eksekutif muda divisi Creative Imaging Bidang/Departemen/Kementerian Hubungan Masyarakat (zamanku dulu pakai kata-kata Bidang sebenarnya, tapi daripada bingung memahami). Divisi ini dikepalai oleh kepala divisi, yakni Mas Wisnu (Teknik Arsitektur, 2013). Ohya anggota divisi lainnya adalah tiga kakakku Bunga (HI, 2013), Kris (FKM,2013), dan Afrian (T.Elektro, 2013). Divisi ini mengerjakan sebuah campaign untuk pencitraan BEM Undip. Salah satu proyek kami yang besar adalah mengadakan lomba tingkat nasional.

Check this out!
Nah....Creative Campaign adalah kompetisi video kreatif ajakan untuk sadar penggunaan energi,


Saat itu proyek ini dibawa oleh Divisi Networking & Partnership Bidang Humas BEM Undip, lalu setelah melalui brainstorming akhirnya diadakan 2 lomba. Salah satunya yaitu Call For Paper yang dipegang oleh teman-teman Bidang Penalaran & Keilmuwan.

Nah ini pengumuman kelolosan full papernya untuk dipresentasikan di Semarang.


*Catatan ini ditulis ketika saya ingin mengabadikan bahwa banyak pengalaman yang ternyata membawa saya hingga seperti sekarang. Saat ini saya juga masih berkecimpung di dunia media & campaign untuk PILAR PKBI Jateng. PILAR sendiri adalah NGO yang fokus pada remaja, khususnya mendorong remaja untuk bersuara terkait pemenuhan hak kesehatan reproduksi. 

Catatan ini menyadarkan bahwa kreativitas dan media adalah hal yang saya sudah ada sejak lama. Saya menulisnya bukan untuk tujuan pamer, tetapi ingin menceritakan, barangkali saya jadi terpacu untuk menjadi lebih baik di bidang ini.Apalagi menjawab kebutuhan di zaman serba digital dan sosial media tanpa batas.


Selasa, 01 Januari 2019

Pertama Kali ke Luar Jawa, Terima Kasih Tanoto Scholars Gathering 2017!

Dari kiri, Agas, Susanti, Intan, Vike, Iga, Adven, Talitha, Debora, Niko, Surya, saya
Tanoto Foundation adalah sebuah lembaga filantropi yang didirikan oleh pengusaha Indonesia yang peduli terhadap kemiskinan. Beliau adalah Bapak Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto yang meyakini bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan potensi-potensi.

Terdapat 3 nilai yang selalu didengungkan di Tanoto Foundation adalah : 3E (Education, Empowerment, Enhancement).  

Perusahaan apa saja yang dimiliki oleh Bapak Sukanto Tanoto?

Wah belum tau ya, beliau adalah pendiri RGE (Royal Golden Eagle) group, yakni kelompok perusahaan kelas dunia dengan aset lebih dari  US$ 18 miliar yang beroperasi di Indonesia, Tiongkok, Brazil, Spanyol, Kanada, dan kantor pemeasarannya di seluruh dunia. Terdapat 4 area kunci operasional : pulp dan kertas (APRIL- Asia Pacific Resources International Holding Ltd and Asia Syimbol), kelapa sawit dan (Asian Agri dan Apical), rayon, dan pulp (Sateri International dan APR), dan energi (Pacific Oil dan Gas).
Apakah Tanoto Foundation itu CSR?

Jawabannya adalah bukan. Bapak Sukanto memisahkan antara CSR dengan sebuah lembaga kepedulian. Btw, beliau udah sejak tahun 1981 suka dengan kegiatan filantropi, dan baru sah mendirikan Tanoto Foundation sejak 2001. Proses memang lama, tapi tenang tidak mengkhianati hasil ya...

Gimana tuh bisa jadi Tanoto Scholar (Penerima Beasiswa)?

Sejak tahun 2017, program untuk mahasiswa yang tersebar di 12 Universitas di Indonesia disebur dengan TELADAN. Sementara saya dulu masih dalam National Champion Scholarship (NCS). 


Wah apa bedanya? 

Pertama, pada TELADAN ini akan diberikan pelatihan kepemimpinan yang jauh lebih komprehensif daripada NCS.  

Kedua, sasaran program TELADAN adalah mahasiswa/i program sarjana S1 semester 1 dari perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation yang memiliki kemampuan, prestasi, dan potensi menjadi pemimpin yang cakap, unggul dan bertanggung jawab. Sementara dulu NCS bisa untuk semester 2 hingga 6.

Lebih enak mana nih? Ya TELADAN lah, tapi seleksinya juga makin ketat yah. Sepertinya buka pada bulan September tiap tahunnya. 

Berikut syarat umum pelamar beasiswa TELADAN ini  :

  • Warga Negara Indonesian (WNI)
  • Terdaftar sebagai mahasiswa/i semester I untuk program Sarjana (S1) di perguruan tinggi mitra berikut:

1. Institut Pertanian Bogor
2. Institut Teknologi Bandung
3. Universitas Indonesia
4. Univesitas Sumatera Utara
5. Universitas Gadjah Mada
6. Universitas Riau
7. Universitas Andalas
8. Universitas Brawijaya
9. Universitas Diponegoro

  • Memiliki prestasi akademik yang baik di tingkat SMA dengan nilai rata-rata raport kelas 12 (semester 1 & 2) adalah 8,00 (dalam skala 10)
  • Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat serta berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat dan pengembangan bangsa
  • Dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik. Kemampuan berbahasa Inggris akan menjadi nilai tambah bagi kandidat
  • Mendaftarkan diri secara online pada website Tanoto Foundation

Oke sudah ya nyeritain tentang beasiswanya. Nah, sekarang saya ingin cerita salah satu manfaat yang didapatkan ketika menjadi Tanoto Scholar. Saya berkesempatan terbang bersama teman-teman penerima se-Undip untuk hadir dalam pertemuan nasional. Isinya have fun banget, ketemu sama pembalap terkenal Rio Haryanto juga karena ada sesi talkshow gitu. Plus outbond yang menyenangkan. Dan tentunya bisa kenal dengan teman-teman se-Indonesia.

Ohya, kita juga company visit ke perusahan RGE loh.


Rombongan diajak menuju Kerinci Central Nursery (KCN) tempat pembibitan dan pertumbuhan akasia muda. Di sana, rombongan dipandu untuk melihat langsung bagaimana cara pembibitan, pertumbuhan dan perkembangan akasia hingga siap untuk dikirim ke lapangan menuju proses penanaman.

Wajah senang kerena pertama kali bisa tahu kekayaan alam Indonesia yaitu kelapa sawit yang dapat menjadi energi eco-friendly.


 
Di RAPP yang bertanya dapat hadiah, yaitu meminum minyak goreng. Tenang...aman kok

Terima kasih Tanoto Foundation yang sudah memberikan kesempatan saya untuk bergabung dalam Tanoto Scholars Gathering 2017 di Pangkalan Kerinci, Riau. Awesome! It was my first experience going out of Java.