Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2019

Lima Desember

Saya sedih di tanggal 5 Desember ini. Sedih mengingat sebentar lagi tahun baru dan saya belum melakukan kegiatan menulis, termasuk meninggalkan blog ini dalam kurun waktu cukup lama.

Apa yang saya cari?
Apa yang membuat saya produktif.

Iya, ini sesuai dengan peringatan 5 Desember "Hari Relawan Internasional".
Mengapa?
Menjadi relawan itu tidak melulu enak.
Apalagi ketika mengerjakan sebuah project yang didanai oleh donor.
Wah, kita harus jadi relawan yang nggak kaleng-kaleng.
Harus ngebuktiin kalau kita bisa profesional, meski ilmu kita sebagai fresh graduate tak seberapa.
Kayaknya tulisan ini akan jadi kesombongan, padahal enggak.

Mau mengeluh dalam tulisan ini, dimana dalam satu timku saat ini ada sosok-sosok yang kurang mendukung kinerja bersama. Alhasil terjadilah tumpang tindih ataupun double job. 

Lelah, tapi suka.

Suatu ketika sedang mengobrol dengan timku dan mencari-cari relawan yang sekiranya bisa bantu back up pekerjaan para staf.

"Eh gimana kalau Si Lala", kata temanku cowok.
"Hmm..dia tuh hanya ngerjain apa yang dia sukain aja og", rekan cewek membalas.
"Loh kayak aku dong!", jawabku.
"Plis deh ros....kamu tuh engga gitu', tukas dengan ketus teman-temanku kompak.
.........................
Percakapan berhenti karena hujan akan turun. Kami bergegas menuju mobil.
Entah apa maksud mereka menyatakan kalimat itu. Kemudian aku sadar, betapa aku multi tasking mengerjakan banyak hal dengan senang hati. Serasa dunia kerelawanan adalah hidupku. Dengan menulis kali ini aku menyadari bahwa aku perlu mundur, memberikan jeda sebentar pada diriku.

Tuhan, terima kasih atas nikmat kesehatan yang engkau berikan kepadaku. Walau terkadang aku masih saja mengeluh dan over thinking  terhadap apa yang aku dapatkan.

Rabu, 04 Desember 2019

Menjadi Staf PILAR

Beberapa waktu lalu Tanoto Foundation mengadakan Alumni Gathering. Namun, unluckyly aku nggak ngecek grup Line yang ngasih tahu buat datang ke acara tersebut, padahal dibayarin tiketnya.

Bulan November memang bulan hectic, apalagi tim sedang tidak all productive. Lalu, dengan polosnya aku melempar pernyataan "Hiiiii sedih...gabisa ikut alumni gathering beasiswaku dulu". Salah satu temanku menjawab enteng, "loh enak lah, jadi enggak bingung ditanya sekarang kerja dimana". 

Wadidaw.

Iya juga yah.

Apakah aku sudah cukup kuat menjelaskan kalau aku bekerja di sebuah NGO?
Apakah aku sudah cukup puas dengan pencapaianku selama menjabat sebagai fresh graduate?

Wah banyak yah.
Ada alasan mengapa aku masih stay  di NGO-ku saat ini. Tak lepas dari dukungan senior sih. Dulu salah satunya juga bilang, "kalau kamu mau S2, jangan kerja di korporat, pasti sibuk banget".  Walau at the end, kok tetep sibuk ya. Hahaha

Dulu kecemplung di dunia NGO karena ngerasa biasa belajar banyak tentang desain intervensi. Seneng banget dengan program kayak sekarang. Walaupun ketika ngerjain project dengan donor dari luar haruslah tetap aware dan tidak jadi terlena, agar tetap sesuai nilai idealis. Banyak belajar banget.

Selain itu, di NGO -ku saat ini tuh banyak belajar tentang hal mudah yang jarang dimiliki orang-orang yaitu fokus. Selama ini aku berusaha untuk fokus ngerjain project-projcet outcome area yang menjadi tanggung jawabku. Bisa dibilang yang paling banyak laporannya sih punyaku. Jadi inget deh, Desember ini semua laporan haruslah kelar, agar supaya saat pernikahan salah satu staf nanti udah nggak mikir laporan.

Ada staf baru yang masih belajar tentang kefokusan, dia baru saja lulus. Darinya aku belajar untuk mensyukuri dan berusaha ngeshare tips agar perlahan bisa menyesuaikan diri. Ada cerita cukup mencengangkan, suatu ketika aku ngechat whatsapp. Pertama, aku mengaku salah karena terlalu malam yakni pukul 20.00 untuk mengingatkan pekerjaan terdekat.

"Relawan (divisi) mu udah kamu kasih tahu tentang kegiatan terdekat nggak? Sudah tahu siapa yang akan jadi MC?"
"Udah (padahal belom disampaiin ke relawan). Kak Ros, aku wegah. Ini sudah malam, masa bahas kerjaan. Aku lagi ngerjain kegiatan kepanitian lain lho ini"
"Lho, kalau kamu lagi wegah, ya ndak usah bales dulu aja. Aku kadang juga sering begitu kalau sedang tidak mampu untuk menjawab maksimal"
"Ya ini aku jawab seadanya aja"

Beberapa jam kemudian, ia meminta maaf atas perkataan di chat. 

Lucu tapi menyenangkan. Sebel juga sebenernya. Mengapa masih ada marah diantara kita meski sudah jelas niatnya untuk kebaikan. Agar esok dia lebih strategis dalam menyusun langkah-langkah.

Jadi gimana Ros menjadi staf PILAR itu? Nano-nano.

Kamis, 11 Juli 2019

Toxic Relationship dan Orang Tua

Adalah suatu kebahagiaan ketika bisa menangani kasus dengan baik, sesuai tujuan proses konseling. Namun, ini adalah kisah yang bukan literally konseling dimana seharusnya ada durasi yang ditentukan saat awal.

Gimana ceritanya?

Mulai dari mana ya?

Lho kok saya jadi galau.

Intinya, ketemu dengan janjian terlebih dahulu. Awal-awal ketemu cerita tentang pekerjaan masing-masing. Pastinya cerita tentang rekan kerja yang bikin kurang nyaman. Whatta...apa sih nama fenomena itu, toxic coworker apa ya

Ya Allah, bener-bener shifting banget ya....dulu paling cerita tentang guru killer atau PR yang belom selesai. Sekarang udah saatnya bahas gimana lingkungan pekerjaan masing-masing. Whatta. 

Lalu, dia akhirnya menanyakan gimana kehidupan asmara. Pun aku menanyakan kembali. Respon dia malah menyuruhku untuk menebak kira-kira keadaannya saat ini gimana. Sempat aku tebak dalam keadaan putus atau hubungan tanpa status, tapi ternyata dia sedang berada fase diancam oleh pacarnya.

"Aku ingin menyudahi untuk tidak terlalu bergantung dengan dia. Tapi dia engga mudeng. Dia engga mau putus dengan alasan itu. Aku tahu dia cukup baik, dia menggantikan orang tua ku ketika sedih. Tapi aku engga mau terlalu dekat dan menggantungkan diri. Aku dah minta bantuan ke temennya untuk ngejelasin permintaanku. Dia malah mengancamku kalau sampai bener-bener putus, bakal ceritain gimana perilaku negatif ku selama pacaran. Aku bakal dicap sebagai anak nakal dan ngga membangggakan. Dia (pacar) cukup nekat banget. Udah pernah kejadian waktu itu dia ngelaporin aibku ke orang tua", ungkapnya.

Aku yang saat itu tidak berniat melakukan konseling, menyadari melakukan beberapa kesalahan. Aku secara langsung menyuruh dia untuk putus saja. Sementara, konselor sebaiknya mendengar dan hanya merespon ketika diminta memberikan saran. Konselor perlu memahami sejauh mana konseli dalam memersepsi sebuah stressor.

Dibalik enggannya putus, ada sexually & emotionally engagement. Iya, ketika seorang pacar menjadikan itu alasan untuk mengancam pasangannya mengenai fakta itu kepada orang tua pasangan. Apa sih. Ini sungguhan.

Hari bertemu saat itu pun berlalu tak cukup lama, karena sudah malam. Sebuah refleksi yang aku lempar kepadanya, ketika kamu sedang pada kondisi yang membahayakan jiwamu, siapa yang harus tahu terlebih dahulu?. 


Orang tua (n) sosok yang melahirkan kita, cukup banyak jasanya hingga kita dikaruniai pikiran dan kebebasan berekespresi hingga terkadang kelewat batas pantauan.


Beberapa minggu kemudian, aku bertanya kabar. Dan ternyata dia sudah cukup aman setelah bercerita kepada orang tuanya. Dia diminta puasa sosmed dan HP. Dia hanya pulang-pergi kantor saja selama sebulan penuh. Luar biasa. Dia bilang bahwa HP nya pun disita oleh orang tuanya. Orang tua melindungi dia dari pacar toxic-nya.


Pertanyaan konyolku, "Kamu berarti nggak maen instagram lagi dong?". 

Jumat, 08 November 2013

Sudah 2 Malam dan Kenapa Jadi Cerita 209

Gilak, sudah 2 malam aku selalu tidur habis isya'. Kemarin malam dan kemarinnya lagi. Ini masalah besar buat anak kelas 12. Dimana hasrat belajar nol besar. Gak punya roh dan tujuan yang pasti. Selalu mengutamakan ngantuk dan selimut. Semoga itu malam terakhir saya menikmati kebodohan. Saya harus pintar. Saya harus belajar untuk mengejar ketertinggalan.

Saya salut dengan Syerly, dia sangat rajin.
Saya salut dengan Biellda, dia mengerti keadaan.
Saya salut dengan Maqdisi, dia bijak & dewasa.
Wkwk, mereka kamar depan.
Saya juga salut dengan kakak-kakak Makbi yang mendiami 210.

Sayang 209???????
Ini pertanyaan berat. Berat banget. Soalnya anak-anak yang mendiami 209 bukan anak-anak yang ringan, rata-rata berbobot 80 kiloan. Ahahahahahaha peace.

Saya salut dengan Fabella, orang pertama yang selalu and always serta gak pernah ketinggalan sama yang namanya "antri mandi". Saya pernah mendapatinya di jungle-nya, kasur-nya yang mirip utan--bohong, dia ngebet pengen lulus supaya bisa kembali bersama dengan wajah-wajah keluarganya, yeah prinsipnya family is everything. 
" Subhanallah, i've just realize that my room kept a beautiful artist wannabe "

Saya salut dengan Yulia, dari segi peminjaman charger laptop...beh dia buaek. Dia anak Borneo yang masih kuat dengan suku Jawa yang aneh-aneh, aksel, eits tapi ada Cilin-ade yang dari Madureeh. Yulia dari #amazing211 loh. Makanya saya udah hapal banget sama gerak-geriknya.

Saya salut dengan Fahlya, pemberontak G30SPKI yang masih hidup. Dia bocah yang gak kenal lelah. Mau diajak movie marathon, ayok aja. Mau diajak belajar ngerjain pr, hmm ayok. Mau diajak tidur, dia jarang nolak wes. Kerennya dia ahli perlistrikan juga loh. Dia berhasil mendapat nobel, penyediaan lampu belajar manually.  Yah, nyolder lah, ngobeng lah..

Saya salut dengan Safira, cewek olimpiade yang ngua-nguatin hidup sama anak-anak yang ga olimpiade sama sekali. Wkwk. Otaknya encer, seencer------*sensor* ( seencer bumbu pecel ibu dapur ma'had ). Dia juga paling getol di bidang percucian baju. Paling wangi bajunya, semerbak bunga harum setaman raya. Kadang banyak ngomong, kadang diem aja...tidur zzz. Pinkerz nya, gak dinyana deh.

Saya salut dengan Uyuun. Miss kecantikan seantero man3. Mau nanya apapun tentang mar'atus sholihah, nah nih bocah dutanya. Yang ngasih jabatan, ya anak-anak geje @FILOS9th. Dia kalo udah pusing, ga ada bedanya sama anak yang gak makan satu bulan. Ini alay. Kasihan maksud saya.

Saya salut dengan Alya, Miss Higiene. Dia tergolong ABM (anak baru ma'had). Hatinya masih berbinar-binar melihat kami selaku pejuang tanpa jasa, ustadz selaku PPPP (penyuci pemikiran pejuang), tutor-ing, tandhif-ing, satir-ing, iqob-ing lah.... Gerakan 1000 foto menggantung di kasurnya sedang mengetuk anggota kamar lainnya. Anak desainer banget. Paling ngakak pas cerita all abotz Etalase Arumba, akun ibunya yang full of marketing and stalking daughter. 

Terakhir, yang paling spesial, saya salut dengan Ilaaafee, ketua kamar 209, paling sayang sama laptopnya, sandang pangan papan dia ya laptop. Jadi kalo semacam ga pake baju, alay ah Rosta. Dia paling keren saat jadi model potoh. Dia orang yang bangun paling awal buat mandi pagi. Dia ini suka semua tentang Korea. Saya paling seneng pas dibawain sambel + pocari sweat + kokakola + jajan-jajan, betapa dermawatinya deh...... :) Dia juga pencetus kata-kata " B e d m a t e ". Give applous!

Saya salut dengan saya sendiri. Walau sering bikin kesalahan yang idiot  tapi tetep semangat buat nulis semua cerita 209. Yang belum kecantum lebar, tunggu ya. Masih sibuk ulangan matematika bab Integral nih.
Salam Bee Jaya ! 

Jumat, 01 November 2013

November Halo Syalala

November syalalala
Subhanallah wal hamdulillah banget kok udah sampe sini ya 2013 ? Well, bentar lagi taun baru.. 2014. Mau ngapain 2014? Kayaknya kalo dibahas kedepan, sebelumnya kudu nyatet semua kenangan yang pernah ada di 2013.

November bisa dibilang bulan terakhir bagi nyawa kelas 12 untuk semester 1. Semua kelas, baik aksel maupun reguler... bakal nyambut UAS. Bakalan stres ! eheheheh makanya sering semangatin anak kelas 12 kayak aku gini dong. | Ngarep di sepik ya ros? | Gak lah :P
Oktober udah berlalu sama serpihan kertas buram. Alhamdulillah, cita-cita tergapai ikut lomba penyiar the first time. Pernah nyoba OCD juga. Tapi gagal terus, selalu aja ada alasan buat nyuri kesempatan makan.| Ikut OCD biar kurus ta ros? | Biar sehat tah ! | Oh, ya biar dua-duanya? | Gak jugalah, ntar kalo ke kurusen piye? :P

Jadi penulis blog itu enak, enak mau ngetik apapun boleh. Reader cuman baca aja hahaha. Makanya jangan diem aja ! Komentar kek :P | Kok maksa seh ros? | Bukannya maksa, sesorang dianggap hidup bila punya pendapat, guyooon kok | Ha lucu :P | Huaaaa >.< malu ß--- ga nyambung.
Semoga bulan ini bisa ikut lomba banyak. Pengen ikut Medspin & lomba kepenulisan. Semangat AAYSTA !

Bulan Oktober, penuh misteri teman. Oktober saya sakit. Oktob, makasih ya.