Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2015

Gerakan Undip Mengajar Jilid 3

Kembali Mengajak ^^
YUK! bantu wujudkan impian anak-anak di Kampung Laut, Kabupaten Cilacap untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

caranya mudah! cukup klik www.kitabisa.com/undipmengajar lalu pilih paket donasi yg akan kalian berikan.
donasi yg didapatkan seluruhnya akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yg bersifat edukasi.

so? what are u waitin for? segera kirimkan donasi kalian dan ciptakan senyuman serta harapan bagi anak-anak di Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

more information:
�� @undipmengajar (twitter&instagram)
�� www.undipmengajar.com

Mari bergabung bersama gerakan kami,  untuk pendidikan Indonesia lebih baik :)

Selasa, 02 Desember 2014

Kehilangan Teman Sepermabaan

Halo maba, apa kabar maba?
Bagaimana tempat kos kalian? Nyaman? Sepi? Kangen situasi asrama ? Kangen jadwal sekolah yang pasti? Kangen lelucon teman SMA? Hehehe
Wahai maba dimana pun kalian berada, disini aku mau share tentang kemabaan ku sendiri.
Selama 3 bulan, menempuh jarak jauh, menaiki bukit, menuruni lembah,  menelusuri setiap jam kuliah, duduk mendengarkan dosen, mengacung tangan, berpendapat, menjawab dan bercanda dengan teman baru.
Kehidupan maba yang aku kira bakal menyenangkan seiring bertemunya teman baru dari berbagai daerah, ternyata tidak. Banyak cobaan menghadang. Satu per satu teman merotoli  alias keluar. Berbagai alasan mereka tersebut. Dan itupun kejadian pada teman yang cukup dekat dengan saya. Kurang apa saya dengannya... Eaaa

Namanya, Izmi. Lengkapnya, Novia Izmi Kasih. Asalnya, Makassar. Dia ternyata sengaja tinggal di Semarang hanya sekedar mencoba-coba. 3 bulan pun ia jadikan ambang batas tinggal di Semarang. Sedikit mengerti psikologi pun membuat dia senang. Tujuan awal dia adalah masuk sebagai mahasiswa arsitektur. Oke well, kalo masalah keinginan. Aku juga punya keinginan. Namun, waktu sudah mengubahnya menjadi lebih berwarna.

Yang mengetahui kepindahannya pertama kali adalah aku dan Amas. Kami adalah seperkongkolan anak Semarang Bawah yang butuh tumpangan kos. Hari itu, hari Selasa, dimana matkul yang cukup padat dari pagi 07.30 hingga 10.40 lalu lanjut lagi jam 12.30 sampe 15.30, setelah matkul pertama kami memutuskan untuk memakan bontotan dan belajar  di suatu kos. Hari itu Zehan ditelpon—dia adalah pemilik kos yang tidak jauh dari rusunawa,hmm intinya deket dari kampus gitu, dia lagi sakit maag di Temanggung—kota 2 jam-an dari semarang. Terus, kami memutuskan untuk menelepon Izmi, tanpa basa-basi kita datang.

Disana kami bertemu dengan nenek dan kakeknya. Dia bilang mau balik ke Makassar. Dan karena analisis yang saya miliki begitu kuat (ceilah). Saya langsung bertanya : Loh izmi.......kamu bakalan balik lagi kan?, sebab di awal pertemuan dia pernah bilang kalau dia di Semarang sebenarnya tidak diijinkan orang tuanya dan sekali dia balik maka tidak ada pengembalian lagi ke Semarang. Beberapa detik kemudian, dia menjawab : enggak lagi ros.

Aku shock. Oh teman, kehilangan teman rasanya gak enak. Ngerasain ini, seperti merasakan rasa kecut yang melebih kecutnya mangga yang belum matang.
Tapi dari sini aku punya persepsi, wahai kalian anak rantau yang masih sabar dengan kehidupan baru....kalian hebat. Apalagi kalian yang  bukan dari Jawa. Keep calm and strong with this damn dintance. Niat mencari ilmu karna Allah ta’ala.

(FOTO)
Izmi itu yang pake kerudung merah, aku di tengah, sebelahnya lagi itu Tiwi (Ternate).
 Selfie pake Ipad kecenya Indah Ayu.

Rabu, 29 Oktober 2014

Jadi Mahasiswa Enak Ga Sih? #2BulanMaba

Halo kawan semua, aku mau ngasih tau ternyata menjadi  mahasiswa psikologi ternyata susah. Terbebaskan dari pikiranku yang awal sebelum masuk psikologi. Aku kira dengan masuk psikologi, aku nanti akan bebas menganalisis sebuah masalah kejiwaan atau karakter orang. Ternyata tidak seperti itu, semakin kita terjun, semakin pelik kita dengan berbagai teori. Gak boleh common senses.

Contoh nih ya, persoalan anak jalanan disorot oleh teori Kohlberg yang intinya terjadi proses internalisasi dalam pola moral Sang Anak. Yak soal Kohlberg ini, saya masih belum begitu paham.

Lama saya bergelut dengan mabaisasi , saya jarang mengisi blog. Pikiran masih belum terpetakan. Rencana menjadi mahasiswa seperti apa masih belum punya keputusan. Sungguh, ini tidak boleh diperlama atau didiamkan saja.

Namun saya bersyukur, benar yang kebanyakan orang bilang, kuliah psikologi nantinya akan menyenangkan karena kita belajar menganai realitas kejadian yang sudah pernah kita alami. Contoh, pada materi PSRK (Perkembangan Sepanjang Rentang Kehidupan) remaja seringkali mengalami personal fable—yakni perasaan unik dan tak terkalahkan pada diri remaja. Nah, aku pernah mengalaminya bahkan sampai sekarang.

Saya hadir di Semarang dengan latar belakang personal fable, saya ingin unik—tidak lagi di Malang (sebab SMA saya habiskan di MAN 3 Malang) dan tak terkalahkan—kuat naik turun mendaki bukit Tembalang (Semarang atas) sementara saya tinggal di Semarang bawah serta mondok.

Jujur, aku capek kalo naik turun Sigar Bencah, berangkat ngebut terus, sepulangnya harus ngaji, belum lagi kalo ikut kegiatan organisasi dan tak lupa bejibunnya tugas yang menambah rasa sesak dalam dada. Heheheh

Semua saya jalani, pesan bapak di rumah: “ Udah jalani ae, lek engko rodok angel..gapopo ya, kan sing di goleki ancen adohe.”

Every single step, I pray for my family and friends.Love me ya... Happy 2 Months, and I’m still single.
Jadi, awal maba aku ini sambil mondok yang jarak pondoknya itu sekitar 45 menit (normal) plus harus menaiki dan turun bukit. 

Selasa, 23 September 2014

Kenapa Ga Kuliah Unair Aja Sih?

Temen-temen Undip ku rata-rata nanya itu saat ospek kemarin.
Sebenarnya ini pertanyaan klasik. Bisa dikatakan klasik sekali. Substansi lainnya ga diukur. Kurang sekali untuk men-judge secara langsung.
Namun, saya melihat orang bertanya seperti itu tergolong ke beberapa zona. Saya rasa zona tersebut cukup saya simpan saja. Saya hanya akan menggunakan kacamata positif, eits bukan cembung karna rabun dekat loh. Hehe. Tuh keluar IPA-nya.

Yang harus diingat, seseorang memilih tempat kuliah tidak didasarkan jarak saja. Okay, jarak memang harus dpikirkan. Mengingat kantong orang tua yang harus diteliti. Memungkinkan tidak untuk melancong jauh dari pintu rumah. Dan pada dasarnya memilih bukanlah kegiatan yang mudah. Banyak kisah dibalik itu semua. Meskipun begitu, saya akui jika saya sangat spontan dengan keputusan kuliah saya di Undip ini. "Saya ingin kuliah di luar Jawa Timur", yak waktu itu.

Nggak ada yang perlu di konfirmasi lagi sebenarnya. Saya tipe yang takut bosan. Bapak saya juga sudah menasehati, "Orang tidak boleh bekerja berdasarkan tempat." Betul Sekali. Namun, sifat remaja yang melekat pada diri saya sangat kuat-- ingin eksplorasi tinggi.
Semoga barokah pencarian ilmu di Kota Besar Jawa Tengah ini, Aaamin. Kalian pun juga begitu, bees!

Sabtu, 30 Agustus 2014

H+2 Adaptasi Semarang

Alhamdulillah, bisa kerasan di PP ADDANURIYAH 2. Banyak yang bilang kalo aku mudah banget adaptasi. In fact, gak mudah. Susah. Cuman, aku tipe orang yang mudah menerima dan mentolerir. Dan aku suka `susah`. Tapi dengan harapan kedepan nggak susah.

Jangan memiliki mindset : Aku hidup di pondok susah kayak gini, biar nantinya siap hidup susah.

Sebenenrnya, susah bukanlah hal yang dicari. Bukanlah hal yang harus dilalui. Kalo ada yang mudah, kok milih yang susah. Kenapa harus mempersusah diri?

Tidur dulu.

Hari Kedua di pondok, Hari berduka cita..Eyang meninggalkan dunia...

Rabu, 23 Juli 2014

Say Hallo Psycho-logynesian

Hallo guys, lama banget nggak ngisi blog yang lucu ini. Sebelumnya, FYI, penulis udah naik strata. Udah nggak pake seragam lagi. Udah punya KTM ( Kartu Tanda Mahasiswa). penulis udah nahia banget rasanya ninggalin masa-masa suram (read: masa perjuangan). mulai dari les yang ga karuan rajinnya, belajar mentok sampek ingusan, dimarahin guru karna ketiduran sebab kemalaman belajar.

Meskipun, penulis belum mendapatkan Golden Ticket buat pake jas kuning. (Sesi nangis dulu)

Ternyata perjalananku tahun ini sampai disini, I'm one of psychology student. Let me solve your problem :D

Universitas Negeri Malang (UM) Psikologi