Rabu, 13 Maret 2013

Puisi


Lampu yang meredup
Buku tertutup
Hitam menjadi putih
Tawa mega dan canda pensil tak bergesek
                Kulihat putih abu-abu dalam papan persegi
                Ingin menoleh dan berputar
                Mengembalikan detik-detik saat sepatu bersanding pintu

Rabu, 27 Februari 2013

Puisi (4) -judulkosong-



Pena menari lincah mensunyikan keramaian
Hampa kegaduhan menyayat tirai hijau
Tak perlu hening jendela, hanya mutiara kacamata
Sepatu, kemanakah jam berlalu?
Tak usah kau bagi map-map putihmu
Hanya ada engsel kotak tertutup kawan
Cermikan kacau mimpimu

Puisi (4) -judulkosong-


Pena menari lincah mensunyikan kera
Hampa kegaduan menyayat tirai hijau
Tak perlu hening jendela, hanya mutiara kacamata
Sepatu, kemanakah jam berlalu?
Tak usah kau bagi map-map putihmu
Hanya ada engsel kotak tertutup kawan
Cermikan kacau mimpimu

Puisi (4) -judulkosong-


Pena menari lincah mensunyikan kera
Hampa kegaduan menyayat tirai hijau
Tak perlu hening jendela, hanya mutiara kacamata
Sepatu, kemanakah jam berlalu?
Tak usah kau bagi map-map putihmu
Hanya ada engsel kotak tertutup kawan
Cermikan kacau mimpimu