Rabu, 06 November 2013
(Gagal Lagi) Panitia MOS, Aneh = AXL
SMA oh SMA ...MASALAHMU SUNGGUH RUMIT. MELEBIHI LEKUKAN
BUKIT-BUKIT DI KALIMANTAN. LEBIH. LEBIH DARI SAMUDRA YANG DALAM BANGET. Haha
sorry capslocknya gabisa mati.
Seperti aku gini. Masalah yang diderita sebagai siswa aneh
juga lebih banyak. Banyak perbedaan. Banyak diskriminasi. Banyak sensasi.
Banyak yang masih diragukan. Tapi semua terangkum dalam rujak manis. Ada pedes,
ada manis ada kecut ada-ada saja..
Oke. Cerita berawa dari ingin eksis secara abal. Bukan
tujuan pertamaku, tapi.......pikiran itu jadi kembang yang terus mekar hingga
aku mantap melangkah mencalaonkan diri sebagai panitia Mos.
Setelah melalui prosedur dari kakak yang sungguh saya
hormati. Saya ikut, meski saya sibuk dengan pelajaran sekolah. Ini beda. Saya
aneh. Dan yang lain sedang tak aneh. Mereka leluasa nonton 10.000 drama korea.
Aku? Baca biologi bab pencernaan aja udah......tidur duluan. Capek!
Bukan ngeluh yang pengen aku sampaikan, tapi : “ Ketika kita
sudah terjuan menjadi makhluk aneh, ya jadilah aneh seadanya.”
Semangat! Insya Allah aku keterima. Dengan optimis, kan
sebagai umat islam yang taat pada Allah harus optimis.
Deng. Aku online. Gada niatan sama sekali buat buka
pengumuman, tapi kakak kelasku tadi yang sangat aku hormati, bikin tweet “
Selamat yang udah keterima PANMOS 2013”
Tanpa pemikiran panjang. Tanpa eenie minnie ala justin
bieber. Aku ngetik “Osmaga”.
Deng. Aku klik “lihat selengkapnya”.. aku gagal. Aku gagal
jadi PANMOS.
Dadah.
Bukan nggak terima dari sisi aku yang gagal, tapi kenapa aku
? kenapa apa aku kurang memiliki leadership ? apa aku terlalu bahaya, karena
keanehan ku? Apa karena aku nggak gabung organisasi besar? Apa mereka tidak
mood dengan saya?
Semua kemungkinan bisa disebut, tapi namanya kemungkinan
bisa ya bisa nggak. So, jangan pernah nge-judge kemungkinan itu.
Seorang detektiv aja berusaha keras buat nggak nemuin teka-teki kemungkinan. Haha.
Aku pengen berkarya! Aku pengen dianggap ada, perlu ada
bahkan! Semangat!
Kayaknya emang bukan jodoh, aku juga kurang serius. Masak aku cuman wawancara dengan 3 orang saja, yak kurang 1 orang. Termasuk kesalahan juga sih. Lah tapi bilangnya gapapa :)
Menerima kenyataan tidaklah hal yang sulit bagi orang yang
ikhlas...dan dia bukan anak kecil lagi.
![]() |
| sumber: Qonita Fb |
![]() |
| Gagal ikut cantik disitu. Ahaha Rosta alay. |
![]() |
| Ikut seneng lah, temen sekamar 211 lolos. |
![]() |
| Kalian manusia terpilih. Saya tersisihkan :D |
Pesan buat adek axl lainnya, kalian kudu tetep semangat. Gaboleh ngerasa tersisihkan. Kalau udah jodoh dan kamu udah usaha maksimal, pasti bisa. Kayak Safira Firdaus lah. Keep it up ! Wkwk
Late Post : 18 Juni 2013
Piano Pupus ?
Sudah sejak lama aku pengen bisa maen piano. Dan sampe sekarang masih buta not angka-not balok, buta tuts, butaaa >.<
Pas SMP pengen les, eh gak dibolehin, disuruh fokus sama les matematika. Pas SMA kayak gini, rasanya hope for it nya lenyap. Udah tua. Pesimis buat bisa muncul. Besok pas kuliah?
Puisinya Si Ipul
![]() |
| Golongan Lolos ke Bromo. Ipul (left) & Toyib (right). Fotonya bikin ketawa? |
Terbangun dalam senyapnya kesunyian
Ditingkah suara jangkrik bersahut-sahutan
Aku menatap ke arah Tuhan dengan kekhusyukan
Pendar sinar bertebaran bagai debu di sahara
Menerangi kegelapan hatiku yang tenggelam
Ku berjalan dalam lorong hitam
Dingin, Gelap, aku butuh kehangatan cinta
Aku terus menyusuri jalan menuju surga
Lukisan indah menantiku di sana
Kusendiri diantara bisikan setan
Gelap, Segelap hati para pemimpin bangsa diluar sana
Sunyi, di manakah lukisan yang dimaksud orang tak berdosa
Ku tunggu, hingga akhir menjemput
Malaikat datang perlahan
Ku lihat taman surga menari-nari
Oh, indahnya lukisan Tuhan
Gradasi warna yang terjamahkan
Wahai matahari terbit di puncak gunung Bromo
Perasaan yang Tersimpan
Ini semua dimulai ketika kita bertemu
Tak kusangka, aku menatapmu hingga lupa dengan diriku
Kini aku merasa, bahwa di dunia ini hanya ada kamu
Entah kenapa tidak terlintas orang lain di benakku
Waktu tetap terus berlalu
Namun, kamu masih tetap dibenakku
Binar senyummu yang dulu, tetap melekat dalam diriku
Pesona wajahmu buatku tak berkutik dihadapanmu
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)





