Rabu, 05 Juni 2013

Drama Simpel yang Membahana

deas (mbok rondo) dan ilham (ande-ande lumutan)

Seneng rasanya pas duo guru kita, muji hasil kerja keras buat tugas akhir bahasa Indonesia ini. Dengan segala kesibukan kita, kita maksakan kodrat sebagai anak percepatan. Meskipun kita udah sering memaksa kodrat sebenrnya, tapi ini spesial banget. Lain daripada yang lain. Hahahahaha alay.

Aku disini jadi SUTRADRAMA. Subhanallah, makasih rek udah mempercayaiku menjadi pemimpin lagi lagi dan lagi tapi jujur, aku udah lelah dengan semua tanggung jawab ini. Jadi yo ndang gantien aku dadi ketua kelas!!!.
ini pas klenting merah (Rifda) minta jadi istrinya Ilham


 Semuanya akan tampak indah meski semua serba ndadak. Lihat aja tuh background yang warna item, itu cuma dilekatin oleh beberapa lakban. Itupun copot terus. Terdiri dari 3 helai sarung pinjaman anak asrama. Ngakak nggak? But, thanks for 'background" you kept on the wall until end of big drama.
narator/sutradrama mengucapkan terima kasih.
edited by me with photoscape




Gadis 10 Tahun Nikah Siksa

Judul       : Saya Nujood Usia 10 dan Janda
ISBN     : 978-979-3064-87-1
Penulis    : Nujood Ali dan Delphine Minou
Penerbit  : Pustaka Alvabet
Tebal      : 236 halaman
Harga     : Rp.42.000,00
Dipaksa ayahnya menikah dengan lelaki berusia tiga kali lipat usianya. Nujood Ali yang masih belia pun terpisah dari orang tua dan keluarga tercintanya. Ia harus memulai hidup baru bersama suami dan keluarganya di sebuah desa terpencil di pedalaman Yaman. Disana, setiap hari ia menerima penganiayaan fisik dan emosional dari sang ibu mertua dan dari tangan kasar sang suami setiap malam. Melanggar janji untuk menangguhkan berhubungan badan dengan Nujood hingga ia cukup dewasa, sang suami merenggut keperawanan si bocah pengantin tepat pada malam pertama. Saat itu usianya bahkan baru sepuluh tahun. Merasa tak sanggup lagi menanggung derita. Nujood melarikan diri—bukan ke rumah orang tuanya, tapi ke gedung pengadilan ibu kota, naik taksi dengan beberapa keping uang untuk makan sehari-hari.
Begitu cuplikan kisah gadis cilik di Kota Yaman yang sangat miris dan membuat dunia internasional menangani kasus pedih itu. Tantangan Nujood tak berhenti sampai kemenangan, April 2008.
Hal yang dialami Nujood ini juga dialami oleh banyak gadis cilik di Yaman selama bertahun-tahun. Namun yang membedakan  Nujood dengan wanita-wanita yang lain yaitu, gadis itu berani mengambil sikap yang bisa mengubah nasibnya. Ya, Nujood membulatkan tekad, memantapkan hati untuk melangkahkan kaki menuju gedung pengadilan untuk mencari hakim dengan satu tujuan: BERCERAI. Tekad itu bukannya mendapat dukungan dari ayah dan saudara lelakinya, tetapi justru membuat murka mereka yang menganggap Nujood telah mencoreng kehormatan keluarga.
Kisah Nujood ini menarik perhatian pengacara wanita bernama Shada yang kemudian menghubungi berbagai media dan organisasi perempuan. Di saat Nujood berhasil bercerai, jurnalis kian banyak yang mendatanginya. Setelah kisahnya tersebar ke penjuru negeri, maka bermunculan para istri cilik yang juga menderita dengan pernikahannya untuk berani meminta cerai dan mendobrak kehormatan keluarga.
Membaca derita Nujood ini membuat kita berpikir bahwa ini adalah kisah pedofilia yang dikamuflase dalam pernikahan. Bagaimana tidak, seorang anak kecil berusia 9-13 tahun yang bahkan belum mendapat haid dinikahkan dengan pria yang berusia 3 hingga 4 kali lipatnya. Lalu Si Suami memaksa untuk berhubungan suami-istri dengan dalih bahwa hal itu telah sah secara agama. Selain itu mereka juga mendasarkan hal tersebut dengan mengingat bahwa Rasulullah SAW juga menikahi Aisyah yang masih berusia 9 tahun. Namun pengetahuan mereka hanya sebatas itu tanpa mengetahui bahwa Rasulullah SAW tidak menggauli Aisyah pada saat itu juga dan menunggu hingga Aisyah dewasa. Akhir-akhir ini banyak umat Islam yang mengambil AlQuran dan hadits sebagai dasar tindakan mereka, namun hanya sepotong-sepotong tanpa memaknainya dengan seutuhnya. Sehingga hal itu menyesatkan orang lain dengan alih-alih mencerahkan.

Kisah nyata Nujood yang diceritakan kembali bersama Delphine Minoui ini harus dibaca bagi kaum pria agar bisa menghargai wanita cilik. Membaca novel ini, membuka mata kita bahwa masih banyak anak-anak di dunia yang perlu dibela hak-haknya. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka. 

Kamar 211 dan 210, Kamar Kesuksesan

Guys, mau update foto jaman jaya. Bentar lagi pisah sama mereka semua. Haha. Habis ini rolling kamar cuy:) semangat deh, dan semoga tetep mau nyapa antar spesies ex-210 dan ex-211. We are family guys..

foto sebagian pas jalan sehat demi #Pegas (Pekan Olahraga & Seni)

Satu-satu roomates of 211 deh 
1. Aku
2.Safira Firdaus dari Surabayah
3.Siti Sulaeha  dari Sangatta, Kaltim
4. Syerly Ayuningtyas dari Bromo, Probolinggo
5.Qonita  dari Bondowosoh
6.Rahmi Izzah F.dari Malang Selatan
7.Nilna Qomara dari Malang kota
8. Yulia dari Banjarbaru, Kalsel
girl generation of 210-211 sebelum berangkat jalan sehar



iseng depan banner pas jalan sehatnya

Nah kalo mau jelasin 210 itu mending langsung buka blognya Fabella. Keep fiendship guys!


Keep Calm Studio


Nah ceritanya, kemarin ribut dengan wallpaper Alya, temen sekalasku. Dia bikin tulisan aneh-aneh dengan model atau gaya semacam ini. Ternyata rahasianya, ini dibuat di web yang cukup terkenal. http://keepcalmstudio.com


Sebelumnya, jangan nganggap aku alay gegara bikin banyak #keepcalm. Apalah daya ini, aku gabisa nahan buat nggak bikin banyak.





Sekian. Next time bakal aku umbar semuanya :D